Kamis, 28 Februari 2013

Model Busana Wanita Hamil




Model A
Baju : terusan dari bahan bergaris dengan garis pinggang ditinggikan. Badan di bagian    atas garis dibuat serong, bagian bawahnya dibuat memanjang. Kerung leher membulat, lengan  setali, belahan di bagian garis tengah muka yang dihias 3 koncing hias.
Rok : berupa rok kerut, bagian sisi rok di bagian bawah dibuat belahan. Pada sisi badan kiri dan kanan dipasang tali yang pemakaiannya diikatkan ke belakang.



Model B
Baju : terusan dengan bentuk A line. Bagian bawah dibuat lebih lebar daripada model A diatas. Garis pinggang ditinggikan. Kerah setengah rebah, lengan licin, belahan di garis tengah, di tengah muka dihias dengan 3 kancing hias.
Rok : berupa rok kerut, dipasang tali pada sisi kiri dan kanan yang diikatkan kebelakang. Pilihan bahan dapat dipilih berupa bahan polos atau berkembang yang sedang ketebalannya



Model C
Baju : terusan dengan garis princes. Tanpa lengan, leher segi empat dengan hiasan pita kecil.
Rok : rok dikembangkan, pada garis princes dibuat lipit sungkup. Dipasang tali di pinggang yang diikatkan ke belakang. Pilihan bahan sebaiknya berupa bahan polos



Model D
Blus : Panjangnya sampai di tinggi duduk. Lengan licin, kerung leher membulat dan membentuk huruf V. Belahan menyerong ke kiri dengan 3 kancing hias. Blus bagian bawah dilebarkan. Bahan sebaiknya dipilih yang bermotif kembang
Rok : Bentuk rok berupa rok suai, dikembangkan di pinggang dan dipasang elastik yang lebarnya kurang lebih 3 cm. Sebaiknya dipilih bahan yang berwarna gelap yang serasi dengan bahan blusnya



Model E
Blus : Panjangnya sampai tinggi duduk. Terdapat pas bahu dengan hiasan lipit jarum. Lengan licin, kerung leher bulat, belahan pada garis tengah muka dihias dengan 3 kancing hias. Badan bagian bawah dibuat lipit searah. Sebaiknya dibuat dari bahan polos
Rok : Bentuk rok berupa rok suai, dikembangkan di pinggang dan dipasang elastik yang lebarnya kurang lebih 3 cm. Pilihan bahan berupa bahan berwarna tua yang serasi dengan blus



Model F
Blus : Panjangnya sampai tinggi dudu. Tanpa lengan dengan kerung lengan berbentuk V. Pas bahu dan di bagian bawahnya terdapat kerutan untuk mengembangkan bagian badan. Model ini dapat memakai bahan yang sedang ketebalanya, polos atau berkembang
Rok : Rok suai, pinggang dikembangkan dan dipasang elastik yang lebarnya kurang lebih 3 cm. bahan yang digunakan berwarna gelap dan agak tebal sesuai dengan blus


Model G
Blus : Panjangnya sampai tinggi duduk. Dengan pas bahu atau dada yang memanjang sampai kurang lebih 5 cm dari pinggang. Di bawah pas bahu atau dada dibuat kerutan., kerah board (shanghai), lengan licin, belahan pada garis tengah muka dengan 3 kancing hias. Badan dikembangkan. Bahan yang dipakai sedang tebalnya, polos atau kembang
Celana : Dari bahan agak tebal berwarna gelap tetapi sesuai dengan blus. Pinggang dikembungkan dan dipasang elastik yang lebarnya kurang lebih 3 cm



Model H
Blus : Panjangnya sampai tinggi duduk. Kerah setengah rebah dengan ujung meruncing. Lengan licin sepanjang tiga per empat lengan, di ujung lengan di buat manset. Belahan pada garis tengah muka dihias dengan 5 kancing hias. Badan dikembangkan. Sisi badan kiri dan kanan bagian bawah dibuat belahan. Pilihan bahan sebaiknya bermotif polos dan berwarna muda
Celana : Bentuk pinggang dikembangkan dan dipasang elastik yang lebarnya kurang lebih 3 cm. Lebar celana bagian bawah (kaki) berukuran sedang. Pilihan bahan polos agak tebal, warna harus sesuai dengan warna blus

Tips Memilih Busana Sesuai Bentuk Badan



1. TIPE PIRAMIDA (Segitiga)
Ciri-ciri : garis bahu sempit dan cenderung menurun sehingga kesannya bongkok bagian pinggul cenderung lebar dengan pangkal paha yang besar secara visual bagian tubuh bawah lebih lebar dari pada bagian tubuh atas
PAKAIAN YANG PERLU DIHINDARI adalah :
  1. Atasan berlengan langsung, setali, bahu berpotongan dalam, model atas dengan bahu terbuka misalnya Kemben, kamisol bertali tipis atau potongan bahu asimetris
  2. Potongan leher tinggi dan ketat
  3. Ikat pinggang lebar
  4. Rok klok yang melebar kebawah
  5. Rok ketat yang menonjolkan pinggul yang besar
  6. Rok/celana bertali serut
PILIHLAH :
  1. Busana dengan garis bahu diperlebar misalnya potongan lengan model jas yang agak tegas dengan bantalan bahu
  2. Corak atasan yang besar dan menyolok, motif garis horizontal
  3. Blouse dengan aksen ruffles, kerut
  4. Rok bergaris ramping atau lurus
  5. Jika tubuh kategori sedang atau tinggi pilih kombinasi atasan cerah dengan bawahan gelap
  6. Jika tubuh kategori kecil sebaiknya tetap dalam satu warna untuk kesan panjang dan ramping

2. TIPE SEGITIGA TERBALIK 
Ciri-ciri : Garis bahu lebar, cenderung memiliki dada besar, pinggul sempit, secara visual tubuh sebelah atas lebih berat dari baguan bawah

PAKAIAN YANG PERLU DIHINDARI adalah :
  1. Busana yang ketat dan terbuat dari bahan lentur (stretch)
  2. Busana yang memiliki detail ruffles, smocks, aplikasi draperi ataupun ornamen renda-renda dibagian atas
  3. Ikat pinggang berukuran lebar dan ketat yang akan membuat dada semakin membusung
  4. Atasan tebal dan menonjol
  5. Atasan berlapis-lapis
  6. Atasan bercorak besar dan menyolok
PILIHLAH :
  1. Atasan yang pas dibadan, tidak ketat dan tidak longgar
  2. Atasan bernada gelap dengan padanan yang sedikit menarik perhatian, misalnya bawahan yang bercorak atau berdetail seperti saku, lipit, atau kerut
  3. Blus atau gaun dengan model krah terbuka dari bahan lembut. Yang paling aman adalah potongan leher berbentuk V


3. TIPE GELAS WAKTU (Hourglass)
Ciri-ciri : Tipe ini memiliki bentuk tubuh ideal karena proporsi antar garis bahu, pinggang dan pinggul serasi.

khusus untuk yang BERTUBUH KECIL maka perlu diperhatikan sebagai berikut :
PAKAIAN YANG PERLU DIHINDARI adalah :
1. model busana berlapis-lapis
2. busana terusan bersiluet H yang lurus dan longgar
3. busana melebar dengan panjang melebihi betis
4. corak yang berukuran besar

PILIHLAH :
1. gaun terusan bersiluet ramping
2. setelan dengan 1 warna
3. busana sederhana dan minimalis
4. corak garis tipis vertikal untuk kesan panjang
5. pilih ikat pinggang tipis atau rantai

4. TIPE ANGKA DELAPAN
Ciri-ciri : Bahu cenderung gemuk, bagian dada cenderung penuh dan besar, garis torso (jarak dr bahu hingga pinggang) terkesan pendek, pinggul penuh dan pangkal paha cenderung besar

PAKAIAN YANG PERLU DIHINDARI adalah :
  1. model busana yang ketat atau terlalu longgar
  2. model busana berlapis-lapis
  3. atasan yang pendek
  4. ikat pinggang ketat dan lebar
  5. busana berdetail rame seperti kerut, lipit
  6. corak warna yang menyolok
  7. busana yang longgar dan melebar dibagian bawah
  8. busana bertekstur tebal dan kasar
PILIHLAH :
  1. setelan jaket berbahan lembut dan luwes
  2. terusan dengan blus luar
  3. atasan yang panjangnya dibawah pinggul
  4. rok/celana ramping lurus
  5. blazer atau cardigan panjangnya melebihipinggul dan pantat
  6. atasan model blousson akan menyamarkan bagian pinggul dan perut
  7. menerapkan kombinasi nada gelap dan cerah, corak vertikal atau diagonal
  8. ikat pinggang sewarna dengan blouse

5. TIPE PERSEGI PANJANG
Ciri-ciri : bagian pinggang tidak berlekuk, garis bahu dan pinggul hampir sama

PAKAIAN YANG PERLU DIHINDARI 
  1. busana bersuluet lurus dan longgar
  2. corak garis vertikal
  3. ikat pinggang lebar dalam warna kontras
  4. atasan model blousson atau jaket berpotongan kaku dan lurus
  5. corak kotak besar maupun kecil kecuali diagonal

PILIHLAH :
  1. Busana bersiluet ramping dengan menerapkan potongan model princess
  2. kenakan ikat pinggang tipis dan sedang bermodel sederhana dan gelap
  3. corak garis diagonal
  4. celana atau rok yang menggunakan tali serut untuk menciptakan bentuk pinggang
  5. busana model lilit atau kimono dengan simpul

6. TIPE BULAT LONJONG
Ciri-ciri : garis bahu cenderung penuh dan menurun, pinggang tidak ramping, perut besar, pinggul besar
PAKAIAN YANG PERLU DIHINDARI adalah :
  1. model busana yang ketat membentuk tubuh
  2. busana terlalu longgar
  3. corak busana yang besar dan menyolok
  4. busana berbahan kain tebal dan kaku
  5. baragam detail seperti ruffle
  6. lipit atau kerut
  7. atasan berleher tinggi
  8. ikat pinggang
  9. busana berbahan stretch

PILIHLAH : 
  1. model busana padanan yang terdiri dari jaket
  2. rok atau celana dengan blouse
  3. terusan dengan jaket lembut
  4. panjang atasan melebihi garis pinggul
  5. padu warna gelap dan terang
  6. corak garis tipis, potongan leher 'V' untuk mengurangi efek berat tubuh bagian atas
sumber : Orienee Shop
 


Desain Busana





Busana dan pelengkap (milineris dan asesoris) yang kita pakai setiap hari dibuat tidak asal jadi, tetapi berdasarkan pola atau rancangan tetentu yang disebut dengan desain. Semakin maju tingkat kehidupan masyarakat, semakin banyak memerlukan peran desain, semakin tinggi selera masyarakat semakin tinggi pula tuntutan kecermatan desainnya.

Hal ini disebab karena dalam berbusana manusia selalu menuntut dua nilai sekaligus yaitu nilai jasmaniah berupa enak dan nyaman dipakai, dan nilai rohaniah berupa keindahan dan keanggunan.

Desain busana merupakan pengetahuan dasar bagi seorang calon desainer. Pada desain busana ini akan di jelaskan tentang pengertian desain busana, jenis-jenis desain, unsur-unsur desain, prinsip-prinsip desain, alat dan bahan yang dibutuhkan untuk mendesain, desain anatomi tubuh, teknik menggambar bagian-bagian busana dan teknik pewarnaan dan penyelesaian desain.

Sebuah desain tidak mungkin tercipta tanpa ada unsur-unsur pembentuknya, dan tidak akan indah atau menarik dilihat tanpa mempertimbangkan prinsip-prinsip desain. Apa saja yang tergolong pada unsur dan prinsip desain ini akan dibahas secara mendalam pada Bab ini.
Dengan pengetahuan tentang desain ini, diharapkan seorang calon desainer dapat membuat desain busana dengan baik dan benar.
Desain tidak hanya sekedar gambar saja tetapi dengan desain seseorang dapat membuat pakaian mulai dari mengambil ukuran, membuat pola, pecah pola, menggunting sampai menjahit pakaian dengan kata lain desain merupakan pedoman seseorang dalam mewujudkan pakaian ke bentuk sebenarnya. Jadi jelaslah bahwa desain memegang peranan penting dalam pembuatan suatu pakaian.

A. Pengertian Desain
Desain berasal dari Bahasa Inggris (design) yang berarti “rancangan, rencana atau reka rupa”. Dari kata design muncullah kata desain yang berarti mencipta, memikir atau merancang. Dilihat dari kata benda, “desain” dapat diartikan sebagai rancangan yang merupakan susunan dari garis, bentuk, ukuran, warna, tekstur dan value dari suatu benda yang dibuat berdasarkan prinsip-prinsip desain. Selanjutnya dilihat dari kata kerja, desain dapat diartikan sebagai proses perencanaan bentuk dengan tujuan supaya benda yang dirancang mempunyai fungsi atau berguna serta mempunyai nilai keindahan.

Desain merupakan pola rancangan yang menjadi dasar pembuatan suatu benda seperti busana. Desain dihasilkan melalui pemikiran, pertimbangan, perhitungan, cita, rasa, seni serta kegemaran orang banyak yang dituangkan di atas kertas berwujud gambar. Desain ini mudah dibaca atau di pahami maksud dan pengertiannya oleh orang lain sehingga mudah diwujudkan ke bentuk benda yang sebenarnya.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa desain merupakan bentuk rumusan dari suatu proses pemikiran, pertimbangan dan perhitungan dari desainer yang dituangkan dalam wujud gambar.
Gambar tersebut merupakan pengalihan gagasan atau pola pikir konkret dari perancang kepada orang lain. Setiap busana adalah hasil pengungkapan dari sebuah proses desain